Boyolali — Dalam sebuah kajian Ramadhan yang sarat pesan muhasabah, Ustadz Hasan Abu Ayyub mengingatkan bahwa Allah Ta‘ala menyembunyikan beberapa perkara penting dari manusia. Hikmah dari penyembunyian ini adalah agar manusia senantiasa hidup dalam kesungguhan beribadah, kewaspadaan terhadap dosa, serta kesiapan menghadapi akhir kehidupan.

Dalam kajian tersebut beliau menjelaskan bahwa setidaknya ada enam perkara yang Allah sembunyikan dari manusia.

Pertama, ridha Allah atas amal ketaatan hamba-Nya. Beliau menyampaikan bahwa Allah tidak memperlihatkan secara jelas amal mana yang paling mengundang ridha-Nya. Hikmahnya agar seorang hamba tidak merasa cukup dengan satu amal, tetapi terus bersungguh-sungguh dalam berbagai bentuk ketaatan. Dengan demikian, seorang Muslim akan selalu berusaha memperbanyak amal saleh sepanjang hidupnya.

Kedua, murka Allah terhadap perbuatan maksiat. Hal ini membuat seorang Muslim tidak meremehkan dosa sekecil apa pun. Bisa jadi dosa yang dianggap ringan justru menjadi sebab datangnya murka Allah. Karena itulah seorang hamba dituntut untuk menjauhi segala bentuk maksiat, baik yang besar maupun yang kecil.

Ketiga, Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Malam yang lebih baik dari seribu bulan itu tidak diketahui secara pasti waktunya. Rasulullah ﷺ hanya memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Hikmah dari dirahasiakannya malam tersebut adalah agar kaum Muslimin bersemangat menghidupkan seluruh malam Ramadhan dengan ibadah.

Keempat, wali-wali Allah di tengah manusia. Allah tidak menampakkan secara jelas siapa saja hamba-Nya yang menjadi wali. Hal ini menjadi pelajaran agar manusia tidak meremehkan orang lain. Bisa jadi orang yang tampak sederhana di mata manusia justru memiliki kedudukan mulia di sisi Allah.

Kelima, waktu kematian dan panjang umur manusia. Tidak seorang pun mengetahui kapan ajal akan datang. Oleh karena itu, setiap orang dituntut untuk selalu mempersiapkan diri dengan amal saleh, karena kematian bisa datang kapan saja.

Baca Juga:  Al-Furqon Gladaksari Salurkan Santunan untuk 10 Yatim dan 30 Keluarga

Keenam, shalat wustha di antara shalat lima waktu. Para ulama berbeda pendapat tentang shalat mana yang dimaksud sebagai shalat wustha atau shalat yang paling utama. Hikmah dari perbedaan ini adalah agar kaum Muslimin menjaga seluruh shalat lima waktu dengan sebaik-baiknya tanpa meremehkan salah satunya.

Kajian tersebut disampaikan dalam rangkaian Safari Dakwah dan Sosial (SDS) edisi Ramadhan Ring Tengah 2 yang digelar pada Selasa malam, 3 Maret 2026, ba’da shalat tarawih di Masjid Baiturrahim Pomah. Kegiatan ini merupakan kerja sama empat cabang Al-Furqon, yaitu Randusari, Teras 1, Teras 2, dan Mojosongo 1, bersama takmir Masjid Baiturrahim Pomah.

Selain kajian keislaman, kegiatan juga diisi dengan penyaluran santunan kepada anak yatim, yakni 11 anak dari cabang Randusari dan 5 anak dari cabang Teras 2. Bantuan sosial juga diberikan kepada 10 keluarga terpilih dari wilayah Randusari.

Program Safari Dakwah dan Sosial ini menjadi salah satu upaya menghadirkan dakwah yang menyentuh dua sisi sekaligus, yakni penguatan spiritual melalui kajian keislaman serta kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.