BOYOLALI — Yayasan Al-Furqon Lentera Umat Cabang Banyudono II kembali menggelar safari dakwah dan sosial pada Kamis malam, 24 September 2026. Bertempat di Masjid Al-Amin, Bangak Pason, Batan, Banyudono, Kabupaten Boyolali, kegiatan tersebut memadukan pengajian dengan penyaluran santunan bagi anak yatim dan keluarga terpilih.
Kegiatan yang dimulai selepas salat Isya itu berlangsung lancar dan dihadiri jamaah serta masyarakat sekitar. Turut hadir Kepala Desa Batan, Heru Waluyo, yang mengapresiasi kegiatan dakwah dan sosial yang secara rutin dilakukan Yayasan Al-Furqon di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Heru menyampaikan bahwa kehadiran Yayasan Al-Furqon turut menginspirasi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan. Ia bahkan mengaku sudah tidak asing dengan kegiatan Yayasan Al-Furqon karena kegiatan serupa cukup sering dilaksanakan di wilayah Batan dan sekitarnya.
Empat Ciri Orang yang Celaka
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hasan Abu Ayyub mengingatkan jamaah tentang empat ciri orang yang celaka. Pesan tersebut mengajak jamaah untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi hati dan amal masing-masing.
Pertama, orang yang melupakan dosa-dosanya. Menurut Ustadz Hasan, seseorang yang lupa atau tidak menyadari dosa yang pernah dilakukan akan kesulitan untuk benar-benar bertaubat. Kesadaran terhadap dosa menjadi bagian penting agar seseorang terdorong untuk memohon ampun dan memperbaiki diri.
Kedua, orang yang gemar mengingat-ingat kebaikannya kepada orang lain. Padahal, seseorang belum mengetahui apakah amal yang telah dilakukannya diterima oleh Allah atau tidak.
Sikap tersebut juga dapat membuat seseorang mudah kecewa dan sakit hati ketika orang yang pernah menerima kebaikannya memberikan respons yang tidak sesuai dengan harapannya. Karena itu, kebaikan semestinya dilakukan dengan ikhlas dan tidak dijadikan sebagai catatan untuk menuntut balasan dari manusia.
Ketiga, orang yang selalu membandingkan urusan dunianya dengan orang yang berada di atasnya. Kebiasaan tersebut dapat membuat seseorang sulit bersyukur karena perhatian terus tertuju pada apa yang belum dimiliki. Akibatnya, ketenteraman hidup pun menjadi sulit dirasakan.
Keempat, orang yang dalam urusan ibadah justru gemar melihat kepada orang yang berada di bawahnya. Sikap ini dapat menumbuhkan kesombongan terhadap amal yang telah dilakukan serta membuat seseorang merasa cukup dengan amal yang sedikit.
Menurut Ustadz Hasan, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan seseorang meninggalkan berbagai keutamaan dalam ibadah karena merasa dirinya sudah lebih baik daripada orang lain.
Pesan tersebut menjadi pengingat agar seorang Muslim tidak hanya memperhatikan banyaknya amal, tetapi juga menjaga hati dari sikap yang dapat merusak nilai amal tersebut.
Salurkan Santunan untuk Yatim dan Keluarga Terpilih
Selain pengajian, kegiatan safari dakwah tersebut juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial. Yayasan Al-Furqon Lentera Umat menyalurkan santunan kepada enam anak yatim serta 50 paket sembako untuk keluarga terpilih.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Yayasan Al-Furqon Lentera Umat untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dakwah tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian ilmu dan nasihat, tetapi juga melalui kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.
Melalui safari dakwah dan sosial yang terus digulirkan, Yayasan Al-Furqon Lentera Umat berharap kegiatan keagamaan dapat menjadi sarana untuk memperkuat keimanan sekaligus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi di tengah masyarakat.









