KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Sebagai seorang muslim, tentu telah kita ketahui bahwa kita diperintahkan untuk membaca Al-Qur’an.

Namun, di tengah kesibukan dan berbagai aktivitas yang kita jalani, terkadang kita masih kurang memberikan perhatian terhadap amalan yang satu ini. Ada yang sudah rutin membacanya, ada pula yang masih jarang dan perlu terus berusaha untuk membiasakannya.

Maka pada kesempatan khutbah kali ini, khatib ingin menyampaikan beberapa keutamaan membaca Al-Qur’an. Khatib berharap, apa yang disampaikan menjadi pengingat bagi diri kita sendiri dan juga bagi para jamaah, agar senantiasa menjaga amalan membaca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus membacanya.

Jamaah rahimakumullah,

Keutamaan Yang Pertama Yaitu, membaca Al-Qur’an Merupakan Bentuk Perdagangan Dengan Allah Yang Tidak Akan Pernah Merugi.

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَتۡلُونَ كِتَٰبَ ٱللَّهِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ سِرّٗا وَعَلَانِيَةٗ يَرۡجُونَ تِجَٰرَةٗ لَّن تَبُورَ  ٢٩

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.” (QS. Fathir ayat ke-29)

Al-Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan, makna “mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi” adalah, mereka mengharapkan pahala dari Allah yang pasti akan mereka peroleh. (Tafsir Ibn Katsir)

Kedua, Pahala Membaca Al-Qur’an Dihitung Perhuruf Bukan Perkata

Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ

Baca Juga:  Khutbah Jum'at: Mengekang Kebuasan Lisan

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا , لاَ أَقُوْلُ (الم) حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Dan setiap kebaikan dilipat gandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan ‘Alif lam mim’ itu satu huruf. Akan tetapi, alif: satu huruf, lam: satu huruf, dan mim: satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi nomor: 2901)

Ketiga, Al-Qur’an Akan Memberikan Syafa’at Kepada Pembacanya Pada Hari Kiamat

Nabi ﷺ bersabda,

اِقْرَؤُوا الْقُرْآنَ. فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an. Karena sesungguhnya pada hari kiamat kelak, Al-Qur’an akan datang sebagai pemberi syafa’at bagi para sahabatnya (orang-orang yang membaca dan mengamalkannya).” (HR. Muslim nomor 804)

Keempat, Menyibukkan Diri Dengan Al-Qur’an Menjadi Sebab Terkabulnya Doa.

Rasulullah ﷺ bersabda,

 يَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ:  مَنْ شَغَلَهُ الْقُرْآنُ عَنْ ذِكْرِي وَمَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ مَا أُعْطِي السَّائِلِينَ، وَفَضْلُ كَلَامِ اللهِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ.

“Allah Rabb ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Barang siapa yang Al-Qur’an menyibukkannya dari mengingat-Ku dan meminta kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya sesuatu yang lebih utama daripada apa yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta.’

Keutamaan kalam Allah dibandingkan seluruh perkataan lainnya adalah seperti keutamaan Allah atas seluruh makhluk-Nya.” (HR. At-Tirmidzi nomor: 2926)

Kelima, Al-Qur’an Menjadi Sebab Tingginya Derajat Hamba di Akhirat

Rasulullah ﷺ bersabda,

يُقَالُ – يَعْنِي لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ – اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا؛ فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, ‘Baca, naiklah, dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil ketika di dunia. Karena sesungguhnya kedudukanmu adalah di akhir ayat yang engkau baca.” (HR. At-Tirmidzi nomor: 2914)

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,

Demikianlah sedikit dari sekian banyak keutamaan membaca Al-Qur’an. Tentu, membaca Al-Qur’an bukanlah tujuan akhir. Seorang muslim juga dituntut untuk mempelajari, memahami, dan mengamalkan petunjuk yang terkandung di dalamnya.

Baca Juga:  Khutbah Idul Adha 1446 H: Pelajaran Berharga Dari Pelaksanaan Ibadah Qurban

Semoga apa yang telah kita sampaikan menjadi pengingat bagi kita semua, agar senantiasa menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Jangan sampai hari-hari kita berlalu tanpa membaca Al-Qur’an, tanpa mendengarkan ayat-ayatnya, dan tanpa berusaha mengamalkan petunjuknya.

Jika ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi ﷺ yang telah sampai kepada kita tidak mampu menggerakkan hati kita untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an, lalu dengan apa lagi kita akan disadarkan?

Mudah-mudahan Allah ﷻ menjadikan kita termasuk orang-orang yang mencintai Al-Qur’an, senantiasa membacanya, mempelajarinya, mengamalkannya, dan mendapatkan syafaatnya pada hari kiamat.

وَٱلۡعَصۡرِ  ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ  ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ  ٣

KHUTBAH KEDUA

 اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بَأَمْرٍ عَظِيْمٍ, أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ

فَقَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا، وَنُورَ صُدُورِنَا، وَجَلَاءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُومِنَا.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّ الْقُرْآنِ، وَالْمُدَاوَمَةَ عَلَى تِلَاوَتِهِ، وَتَدَبُّرَ آيَاتِهِ، وَالْعَمَلَ بِهِ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ.

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ عَنْ كِتَابِكَ، وَارْبِطْ قُلُوبَنَا بِالْقُرْآنِ مَا أَحْيَيْتَنَا.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ أَقِيمُواْ الصَّلَاةَ