الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah sidang shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Di antara bentuk rahmat Allah ﷻ kepada hamba-hamba-Nya adalah turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi kehidupan. Allah ﷻ berfirman:

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.” (QS. Qaf ayat ke-9)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa hujan bukan sekedar fenomena alam, melainkan nikmat dan rahmat dari Allah yang patut kita syukuri. Karena itu, sebagai seorang muslim, sudah semestinya kita mengetahui bagaimana adab dan tuntunan syariat ketika hujan turun, agar hujan yang Allah karuniakan semakin menambah iman dan rasa syukur kita kepada Allah ﷻ.

Pertama, Membaca Doa Ketika Turun Hujan

Dari sayyidah Aisyah radhiyallahu anha, bahwasanya apabila Rasulullah ﷺ melihat hujan turun, beliau berdoa:

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat”. (HR. Al-Bukhari, no. 1032)

Kedua, Dianjurkan Menyingkap Sebagian Tubuh Saat Hujan Turun Agar Terkena Airnya

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

“Kami kehujanan saat bersama Rasulullah ﷺ. Beliau lalu menyingkap pakaiannya hingga air hujan membasahi tubuh beliau.’

Kami pun bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal itu?’

Beliau menjawab:

لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدِ بِرَبِّهِ تَعَالَى

“Karena hujan ini baru saja diciptakan oleh Allah Ta’ala.” (HR. Muslim, no.898)

Baca Juga:  Khutbah Jumat Basa Jawi: Bahaya Ndem-Ndeman (Minuman Keras)

Al-Imam An-Nawawi menjelaskan, dalam hadits ini terdapat dalil bagi ulama (syafiiyyah), bahwa dianjurkan ketika hujan pertama kali turun untuk menyingkap sebagian tubuh, selain aurat, agar terkena air hujan. Mereka berdalil dengan hadits ini. (Al-Minhaj Syarh Sahih Muslim bin Al-Hajjaj)

Ketiga, Memanfaatkan Waktu Hujan Untuk Berdoa

Karena turunnya hujan merupakan salah satu waktu dikabulkannya doa. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Al-Imam Asy-Syafi’I rahimahullahu ta’ala di dalam Al-Ummnya, beliau meriwayatkan, bahwa nabi ﷺ beliau bersabda,

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنُزُولِ الْغَيْثِ

“Carilah doa yang mustajab ketika: (1) bertemunya dua pasukan, (2) menjelang shalat dilaksankan, dan (3) saat hujan turun.”

Terdapat pula sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’d As-Sa’diy radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

ثِنْتَانِ لَا تُرَدَّانِ، أَوْ قَلَّمَا تُرَدَّانِ: الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ حِينَ يُلْحِمُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا. وفي زيادَةٍ : وَوَقْتُ المطَرِ

“Dua waktu yang doanya tidak akan tertolak atau sangat jarang tertolak, yaitu: (1) Doa ketika adzan dikumandangkan, (2) Doa saat kondisi genting ketika dua pasukan berhadapan, dan (di dalam riwayat lain ditambahkan) (3) Doa ketika hujan”. (HR. Abu Dawud no. 2540)

Keempat, Berdoa Setelah Hujan Reda

Yaitu dengan membaca,

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

“Kami diberi hujan berkat karunia dan rahmat Allah” (HR. Muslim, no. 71)

Kelima, Jangan Pernah Mencela Hujan

Rasulullah ﷺ bersabda,

لَا تَسُبُّوا الرِّيحَ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مَا تَكْرَهُونَ، فَقُولُوا: اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هٰذِهِ الرِّيحِ، وَخَيْرِ مَا فِيهَا، وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ الرِّيحِ، وَشَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ

“Janganlah kalian mencela angin. Apabila kalian melihat sesuatu darinya yang tidak kalian sukai, maka ucapkanlah:

‘Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan dari angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan dari apa yang diperintahkan kepadanya.

Baca Juga:  Khutbah Jumat: 5 Keutamaan Bekerja dan Menafkahi Keluarga

Dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya, dan keburukan dari apa yang diperintahkan kepadanya.’” (HR. At-Tirmidzi no. 2252)

Al-Imam al-Mubarakfuri menjelaskan, sabda: “janganlah kalian mencela angin”, sebab angin itu hanyalah menjalankan perintah, sehingga tidak patut dicela.

Lebih lanjut beliau mengatakan, “siapa saja yang melaknat sesuatu yang tidak layak dilaknat, maka laknat itu akan kembali kepada dirinya sendiri.” Wal’iyadzu billah.

Maka apabila angin datang membawa sesuatu yang tidak disukai, baik karena panasnya yang sangat menyengat, atau sebaliknya, dinginnya yang sangat menusuk, atau karena hembusannya yang begitu kencang hingga menimbulkan gangguan, maka ucapkanlah doa (sebagaimana yang dituntunkan oleh Nabi sebagaimana dalam hadits) (Tuhfatul Ahwadzi)

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Demikianlah beberapa tuntunan syariat saat hujan turun. Semoga bermanfaat.

KHUTBAH KEDUA

 اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بَأَمْرٍ عَظِيْمٍ, أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ

فَقَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، وَاجْعَلْهُ رَحْمَةً وَبَرَكَةً لَنَا.

وَاحْفَظْنَا مِنْ أَضْرَارِهِ وَاجْعَلْهُ سَبَبًا لِلْخَيْرِ وَالنَّمَاءِ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ أَقِيمُواْ الصَّلَاةَ