KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah sidang shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Hewan merupakan salah satu makhluk Allah yang harus diperlakukan dengan baik. Islam mengajarkan umatnya untuk menyayangi hewan, memenuhi kebutuhannya, serta tidak menyakiti dan menyiksanya. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya memperhatikan adab-adab terhadap hewan sebagaimana yang telah diajarkan dalam syariat Islam.
Pertama, Memberi Makan Dan Minum Kepada Hewan Yang Lapar Dan Haus.
Hal ini sebagaimana sabda Nabi ﷺ,
في كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ
“Pada setiap makhluk hidup yang memiliki hati, terdapat pahala (dalam berbuat baik kepadanya).” (HR. Muslim)
Imam An-Nawawi رحمه الله mengatakan bahwa hadits ini menjadi dasar anjuran kepada setiap muslim agar berbuat baik kepada hewan.
Beliau menjelaskan bahwa seseorang akan memperoleh pahala dengan memberi makan dan minum kepada hewan yang tidak boleh dibunuh tanpa alasan yang dibenarkan, serta dengan berbagai bentuk kebaikan lainnya, baik kepada hewan miliknya sendiri, milik orang lain, maupun hewan yang tidak dimiliki siapa pun. (Syarh Sahih Muslim Li An-Nawawi)
Kedua, Menyayangi dan Mengasihi Hewan
Rasulullah ﷺ bersabda,
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، اِرْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ.
“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Rahman (Allah Yang Maha Pengasih). Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya Dzat yang berada di atas langit akan menyayangi kalian.” (HR. At-Tirmidzi)
Terkait makna ungkapan “Dzat yang berada di atas langit” dalam hadis tersebut, yang dimaksud adalah Allah ﷻ. Ada pula penjelasan bahwa ungkapan tersebut merujuk kepada para malaikat yang mendoakan rahmat dan ampunan bagi orang-orang yang berbuat baik kepada makhluk di bumi. (Tuhfatul Ahwadzi li Al-Mubarakfury)
Ketiga, Berlaku Baik Saat Menyembelih Hewan
Yaitu dengan membuat nyaman hewan yang akan disembelih, sehingga proses penyembelihan tidak menimbulkan siksaan.
Rasulullah ﷺ berpesan,
إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ.
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Maka jika engkau membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika engkau menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Dan hendaknya seseorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya.” (HR. Muslim)
Keempat, Tidak Menyiksa Hewan
Baik dengan menelantarkannya hingga kelaparan dan kehausan, memukulnya, membebaninya di luar kemampuannya, maupun membakarnya. Karena Rasulullah ﷺ bersabda,
عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ، سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلا سَقَتْهَا، إِذْ هِيَ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ
“Seorang wanita diazab karena seekor kucing. Ia mengurungnya hingga mati, sehingga ia pun masuk neraka karenanya. Wanita itu tidak memberinya makan dan minum ketika mengurungnya, dan tidak pula membiarkannya mencari makan dari hewan-hewan kecil yang ada di tanah.” (HR. Muslim)
Dalam hadits yang lainnya disebutkan: ketika Rasulullah ﷺ melewati sarang semut yang dibakar. Beliau bersabda,
إنَّهُ لَا يَنْبَغِي أَنْ يُعَذِّبَ بالنَّارِ إِلاَّ رَبُّ النَّارِ
“Sesungguhnya tidak ada yang berhak menyiksa dengan api, kecuali Rabb (Tuhan) pemilik api (yaitu Allah ﷻ)” (HR. Abu Dawud)
Jamaah sidah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,
Demikianlah beberapa adab terhadap hewan yang diajarkan oleh syariat Islam. Hal ini sekaligus menunjukkan betapa besarnya perhatian Islam terhadap kasih sayang kepada sesama makhluk Allah, serta larangan berbuat zalim dan menyakiti mereka tanpa alasan yang dibenarkan.
وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بَأَمْرٍ عَظِيْمٍ, أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ
فَقَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا رَحْمَةً بِخَلْقِكَ، وَحُسْنَ الْعَمَلِ بِشَرِيعَتِكَ، وَجَنِّبْنَا الظُّلْمَ وَالْأَذَى، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الْمُحْسِنِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ أَقِيمُواْ الصَّلَاةَ










