Oleh: Burhan Shodiq, S.S.

Manusia diciptakan Allah dengan lengkap. Dia dibekali emosi yang lengkap pula. Bisa senang bisa marah bisa juga sedih. Saat kecewa, seorang manusia bisa saja marah. Tapi dia juga bisa memilih untuk sabar. Tentu saja hasil akhirnya bakalan beda.

Saat kecewa mendera, pasti ada gemuruh di hati. Pengen diluapkan sesuka hati. Pengen banting barang atau bahkan sekedar bicara kotor. Tapi apakah itu akan menyelesaikan masalah? Yang ada justru akan menambah masalah.

Orang sekarang cenderung suka melampiaskan emosinya. Jika marah mereka akan membakar fasilitas umum. Ada pula yang merusak barang. Ada pula yang melukai orang lain. Atau bahkan malah membunuh orang lain. Waduh, bahaya kan ya.

Padahal mereka bisa memilih bersabar. Menghela napas panjang dan bergumam, Astaghfirullah,,,Dapat pahala dan tidak ada resiko yang timbul. Kemudian setelah itu duduk dan berpikir sejenak memikirkan solusi terbaik.

Jadi di sinilah letak peradaban manusia. Yakni kemampuan bersikap dewasa dalam segala hal. Tidak serampangan, tidak gegabah dan tidak ngawur dalam menyikapi masalah. Harus mampu menimbang masalah dengan baik. Tidak asal asalan lalu menyesal kemudian.

Enak kok kalau kita berpikir dewasa. Tidak ada penyelasan saat kita menahan amarah. Tapi akan ada banyak penyesalan saat kita meluapkan kekecewaan kita kepada orang lain. Barang yang pecah, masalah yang muncul dan masih banyak hal yang mengerikan yang akan kita sesali di kemudian hari.

Jangan emosian