Boyolali — Hujan deras yang mengguyur Dukuh Sendangsari, Desa Demangan, Kecamatan Sambi, pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk menghadiri kegiatan Safari Dakwah dan Sosial Ramadhan yang digelar oleh Yayasan Al-Furqon.

Sejak selepas Maghrib hingga usai Isya, hujan turun cukup lebat di kawasan tersebut. Kondisi ini membuat suasana di Musholla Al-Ikhlas, yang biasanya dipadati jamaah, tampak tidak seramai biasanya. Sebagian warga terpaksa melaksanakan ibadah di rumah masing-masing karena cuaca yang kurang bersahabat.

Meski demikian, kegiatan yang telah dijadwalkan tetap berlangsung dengan lancar. Setelah hujan mulai mereda, jamaah perlahan berdatangan menghadiri rangkaian acara yang dipusatkan di Musholla Al-Ikhlas, sebuah musholla sederhana yang berdiri di tengah Dukuh Sendangsari dan selama ini dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan masyarakat, terutama di bulan Ramadhan.

Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Al-Furqon Cabang Sambi 2 menggelar program santunan sosial dan pengajian umum. Sebanyak 11 santunan diberikan kepada anak yatim, sementara 15 paket bingkisan disalurkan kepada keluarga yang membutuhkan. Namun demikian, beberapa penerima santunan dilaporkan berhalangan hadir karena faktor cuaca dan kendala lainnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak, mulai dari pengurus Musholla Al-Ikhlas, Pemerintah Desa Demangan, hingga masyarakat setempat yang turut menghadiri acara tersebut. Program ini juga menjadi bagian dari kolaborasi kegiatan keagamaan tingkat desa melalui program Tarling (Tarawih Keliling) yang melibatkan masjid dan musholla di wilayah Desa Demangan.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa Safari Dakwah Ramadhan merupakan agenda rutin yang bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam sesi tausiyah, Pembina Yayasan Al-Furqon, Ustadz Hasan Abu Ayyub, menyampaikan pesan tentang pentingnya memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum meraih ampunan Allah SWT.

Beliau menyampaikan, ada dua syarat utama agar seseorang yang berjumpa dengan Ramadhan dapat meraih ampunan dari Allah. Pertama, menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan semata-mata karena Allah SWT.

Baca Juga:  Safari Dakwah dan Santunan 20 Paket Sembako di Dukuh Selorejo, Kemiri, Mojosongo

Beliau mengutip sabda Rasulullah ﷺ:

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari)

Syarat kedua, lanjutnya, adalah menjauhi dosa-dosa besar selama menjalankan ibadah.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Shalat lima waktu, shalat Jumat ke Jumat berikutnya, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya merupakan penghapus dosa di antara keduanya selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.”

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keimanan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan masyarakat semakin tumbuh, khususnya dalam memakmurkan bulan suci Ramadhan.