Mojosongo – Yayasan Al Furqon Lentera Umat Cabang Mojosongo II kembali menyelenggarakan program safari dakwah yang dipadukan dengan kegiatan sosial. Acara ini berlangsung pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025, bertempat di halaman rumah Bapak Parmo, selaku Ketua Cabang Mojosongo II, Dukuh Selorejo, RT 06/RW 06, Desa Kemiri, Kecamatan Mojosongo.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB itu diawali dengan penampilan hadrah yang menambah semarak suasana. Selain diisi dengan tausiyah, acara ini juga dirangkaikan dengan tasyakuran keluarga Bapak Parmo yang beberapa waktu lalu baru saja pulang dari melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci Makkah. Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat sekitar, panitia turut menyalurkan santunan berupa 20 paket sembako kepada keluarga-keluarga terpilih.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Hasan Abu Ayyub menyampaikan tausiyah penuh hikmah yang menggugah hati para hadirin. Beliau mengingatkan bahwa seorang muslim, terlebih orang awam, harus senantiasa menjaga empat perkara penting dalam hidupnya.

Pertama, menjaga pelaksanaan ibadah wajib dan tidak meninggalkannya. Hal ini sesuai dengan pesan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan oleh At-Tirmidzi: “Bertakwalah kalian kepada Allah, Tuhan kalian. Tunaikanlah shalat lima waktu kalian. Berpuasalah pada bulan kalian (bulan Ramadhan). Tunaikanlah zakat harta kalian. Taatilah pemimpin kalian, niscaya kalian akan masuk ke dalam surga Tuhan kalian.”

Setelah kewajiban-kewajiban itu, seorang muslim perlu menjaga kebersihan hatinya. Ustadz Hasan menuturkan kisah yang masyhur dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu tentang seorang sahabat Anshar yang sederhana dalam ibadah, namun hatinya selalu bersih dari iri, dengki, dan dendam kepada sesama muslim. Ia juga tidak hasad terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain. Sifat inilah yang akhirnya menjadikannya digelari Nabi sebagai penduduk surga. Pesan ini menjadi pelajaran bahwa amal hati memiliki pengaruh besar terhadap nasib seseorang di akhirat.

Lebih jauh, Ustadz Hasan menekankan bahwa seorang muslim juga dituntut untuk hidup dengan penuh kejujuran, amanah, serta selalu memperhatikan halal dan haram dalam setiap aktivitasnya. Beliau mengutip perkataan Yusuf bin Asbath yang dinukil dalam kitab al-Kabair karya Imam Adz-Dzahabi, bahwa apabila seorang hamba beribadah dengan sungguh-sungguh namun makanan yang dikonsumsinya berasal dari hal yang haram, maka amal ibadah itu tidak akan membawa manfaat. Inilah peringatan agar umat Islam tidak hanya fokus pada ibadah lahiriah, tetapi juga berhati-hati terhadap apa yang dimakan dan dari mana harta diperoleh.

Baca Juga:  Al-Furqon Gladaksari Salurkan Santunan untuk 10 Yatim dan 30 Keluarga

Terakhir, beliau berpesan agar setiap muslim selalu bersabar dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Kesabaran adalah kunci utama dalam menghadapi cobaan, karena hakikat hidup manusia memang untuk diuji. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Mulk ayat 2: “(Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.” Dengan kesabaran, seorang muslim akan mampu menghadapi pahit-manis kehidupan dan tetap istiqamah di jalan Allah.

Kegiatan safari dakwah yang dirangkai dengan santunan sosial ini menjadi momentum penting bagi jamaah dan masyarakat sekitar. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah, acara ini juga menghadirkan nilai ibadah, kepedulian sosial, serta penguatan spiritual. Semoga program serupa dapat terus dilaksanakan di kesempatan yang akan datang, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, baik secara lahir maupun batin.

Whatsapp image 2025 08 31 at 12.12.07 (1)
Warga masyarakat Selorejo yang hadir dalam Safari Dakwah & Sosial yayasan Al-Fuqon