Boyolali — Yayasan Al-Furqon Lentera Umat menggelar Rapat Kerja Dakwah (RAKERDA’) Tahun Kerja Dakwah 2026–2027 pada Ahad (17/5/2026) di Joglo Mandala, Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB tersebut berjalan lancar dan diikuti seluruh jajaran pengurus yayasan, baik pusat maupun cabang.
RAKERDA’ tahunan ini turut melibatkan seluruh divisi yayasan, termasuk divisi wanita, pemuda, dan pemudi Al-Furqon. Selain itu, acara juga dihadiri sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah dan aparat wilayah, di antaranya perwakilan KESBANGPOL Kabupaten Boyolali dan unsur Danramil.
Dalam sambutannya, pimpinan Yayasan Al-Furqon Lentera Umat, Agus Sriyadi, menyampaikan berbagai capaian program dakwah dan sosial yayasan selama satu tahun terakhir. Ia mengungkapkan, dalam kurun waktu tersebut yayasan berhasil menyalurkan santunan kepada kaum duafa dengan rata-rata 10 penerima setiap hari, serta santunan kepada tiga anak yatim per hari.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pengurus dan relawan di berbagai cabang yang selama ini aktif menjalankan amanah dakwah dan pelayanan sosial di tengah masyarakat.
“Capaian ini tentu tidak lepas dari kerja sama dan kesungguhan seluruh pengurus cabang. Semoga ikhtiar baik ini terus dijaga dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Tak sekadar agenda evaluasi dan penyusunan program kerja, RAKERDA’ juga menjadi momentum untuk memperkuat arah dan langkah dakwah yayasan ke depan. Sebagai lembaga dakwah dan sosial, Yayasan Al-Furqon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program pembinaan, seperti kajian rutin, tabligh akbar, taklim intensif, hingga pendampingan masyarakat.
Dalam forum tersebut, pembina yayasan, Ustadz Hasan Abu Ayyub, menyampaikan langkah strategis yayasan berupa perubahan penyebutan “Gedung Dakwah Al-Furqon” menjadi “Pondok Pesantren Masyarakat”. Menurutnya, perubahan istilah ini diharapkan dapat semakin mendekatkan keberadaan aset yayasan dengan masyarakat luas serta membuka ruang keterlibatan yang lebih besar dalam kegiatan pembinaan dan dakwah.
Perubahan nama tersebut juga menjadi bagian dari upaya yayasan untuk menghadirkan pusat-pusat pembinaan yang lebih terbuka, ramah, dan mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
Saat ini, Yayasan Al-Furqon Lentera Umat mengelola tiga gedung dakwah yang tersebar di Kabupaten Boyolali, yakni gedung pusat di Desa Butuh, Mojosongo, gedung cabang di Banyudono, serta gedung lainnya yang berlokasi di Tumang, Cepogo.












