(Sikap Muslim Ditengah Membumbungnya Harga Kebutuhan)

Muqaddimah

Hari ini kita dihadapkan pada banyak permasalahan, utamanya permasalahan ekonomi: mulai dari masalah sulit mencari pekerjaan, yang bekerja sulit menutup kebutuhan hidup, belum lagi datangnya badai yakni melambungnya berbagai jenis kebutuhan, mulai sembako sampai BBM.

Terus bagaimana sikap seorang muslim?

Menuntut penurunan harga dan mengkritik kebijakan pemerintah, itu memang haknya. Tapi bagaimana sikap yang mesti dilakukan saat kenaikan kebutuhan tidak lagi dapat dihindarkan? Apa ia akan terus menerus sedih, meratap atau patah semangat?

Untuk itu kami bahas pada tulisan ini, dalam rangka memberikan sumbangsih solusi agar seorang muslim tidak lemah dan tetap tegar menghadapi kondisi bagaimanapun. Tak lupa atas kesalahan dan kekhilafan kami mohon dimaafkan.

Bahagia Sepanjang Masa

Seorang mukmin adalah orang yang kehidupannya dipenuhi dan diliputi dengan kebahagiaan, bagaimanapun dan apapun kondisinya, baik ada maupun tidak ada, lapang maupun sempit, sehat maupun sakit, miskin maupun kaya, mendapatkan atau kehilangan.

Inilah yang menjadikan Rasulullah ﷺ megutarakan ketakjuban dan keheranannya:

عَجبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ, إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ, وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَر فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Jika sesuatu yang menyenangkan menimpanya ia bersyukur dan itu baik untuknya, dan apabila diberi kesulitan ia bersabar dan itu baik untuknya.” (HR. Shahih Muslim no. 2999, Ad-Darimi II / 318. Ahmad VI / 16, dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu)

Semua Kejadian Atas Kehendak Allah ﷻ

Seorang mukmin harus yakin, bahwa apa yang terjadi di bumi ini, baik itu kejadian yang baik maupun yang buruk, termasuk di dalamnya naiknya harga Sembako & BBM, semuanya terjadi atas izin Allah dan kehendak-Nya.

Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

غَلاَ السِّعْرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ، سَعِّرْ لَنَا…!!! فَقَالَ : إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ، القَابِضُ، البَاسِطُ، الرَّزَّاقُ. وَإِنِّيْ لأَرْجُو أَنْ أَلْقَى رَبِّيْ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يَطْلُبُنِي بِمَظْلِمَةٍ فِيْ دَمٍ وَلاَ مَالٍ

“Harga barang pernah naik di masa Rasulullah ﷺ, maka para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, aturlah ketetapan harga untuk kami!” Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah Dia-lah yang mengatur harga, yang menahan, yang melapangkan dan yang Maha Memberikan rezeki, dan sungguh aku berharap untuk berjumpa dengan Rabbku dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku karena suatu kedzaliman pada darah dan harta” (HR. Abu Dawud no. 3451, Tirmidzi no. 1314, Ibnu Majah no. 2200 dan Ahmad no. 14057)

Baca Juga:  Bekal dan Nasihat Untuk Para Jamaah Haji

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, berkata:

فالغلاء بارتفاع اﻷسعار ، والرخص بانخفاضها هما من جملة الحوادث التي لا خالق لها إلا الله وحده ، ولا يكون شيء منها إلا بمشيئته وقدرته

“Harga yang menjadi mahal karena melambungnya harga-harga serta menjadi murah karena turunnya harga-harga merupakan suatu kejadian yang tidak ada yang menciptakannya, melainkan Allah Ta’ala semata. Tidaklah hal itu terjadi, kecuali karena kehendak dan keinginan Allah.” (Majmu’ Fatawa VIII / 519)

Tetap Bahagia di Tengah Melambungnya Harga Kebutuhan

Melambungnya harga berbagai kebutuhan bukan tanpa sebab. Semuanya itu ada sebab atau maksud dan solusinya. Untuk itu, seorang muslim musti mengetahui sebab-sebab tersebut sekaligus bisa menemukan solusinya, sehingga kehidupannya tetap tentram dalam kondisi bagaimanapun.

Ada beberapa yang musti dilakukan agar tetap bahagia ditengah melambungnya berbagai kebutuhan, antara lain:

Pertama: Ridha dan Bersabar

Ridha akan menjadikan seseorang dicukupi Allah ﷻ dalam kondisi apapun dan bahagia dalam situasi bagaimanapun.

Nabi ﷺ bersabda:

وَارْضَ بِمَا قَسَمَ اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ

“Terimalah dengan ridha pembagian Allah untukmu, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling kaya.” (HR. Tirmidzi no. 2305, Ibnu Majah no. 4217. dan Ahmad no. 8095, dihasankan oleh Al Albani)

Adapun sabar itu akan tetap menuntunnya berada dijalan yang lurus, membimbingnya untuk tetap melakukan yang benar, mengontrol hatinya agar tetap tenang dan menata kehidupan agar tetap bahagia.

Makanya sabar diwajibkan ada pada saat awal terkena musibah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدَمَةِ الأُولَى

“Sesungguhnya sabar itu hanya ada pada pukulan (waktu) pertama terkena musibah.” (Shahih Bukhari 1283, Shahih Muslim 926)

Kedua: Memperbanyak Berdo’a

Do’a adalah senjata kaum muslimin terhadap berbagai kondisi dan situasi, termasuk disini saat menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan.

Dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, beliau berkata:

أَنَّ رَجُلاً جَاءَ، فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، سَعِّرْ لَنَا.! فَقَالَ : بَلْ أَدْعُو

“Bahwa seseorang datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata: “Wahai Rasulullah, tetapkanlah harga untuk kami!” Maka beliau bersabda: “Aku hanya bisa berdoa.” (HR. Ahmad dan Abu Daud, Shahih Ar Raudh An Nadhir: 405)

Ketiga: Meningkatkan Ketakwaan

Solusi lain yang musti ditempuh seorang mukmin ketika menghadapi permasalahan hidup termasuk naiknya harga-harga kebutuhan adalah dengan meningkatkan ibadah atau ketaqwaan. Karena Allah Ta’ala memberikan jaminan bagi orang-orang yang bertakwa keberkahan hidup dan solusi atau jalan keluar atas segala permasalahan.

Baca Juga:  Larangan Melukis Makhluk Bernyawa

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al A’raf: 96)

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. At Thalaq: 2 – 3)

Takwa juga menuntut seorang hamba untuk meninggalkan kemaksiatan sedapat mungkin, karena bisa jadi segala musibah yang datang karena dosa dan kemaksiatannya.

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30)

Ibnu Taimiyyah rahimahullah, berkata:

ﻭﺟﻌﻞ ﺍﺭﺗﻔﺎﻉ ﺍﻷﺳﻌﺎﺭ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﺴﺒﺐ ﻇﻠﻢ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ, ﻭﺍﻧﺨﻔﺎﺿﻬﺎ ﻗﺪ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﺴﺒﺐ ﺇﺣﺴﺎﻥ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻨﺎﺱ

“Dan naiknya harga barang boleh jadi disebabkan kerana kedzaliman yang dilakukan sebahagian hamba, dan turunnya harga boleh jadi disebabkan karena perbuatan kebaikan sebahagian manusia.” (Majmu’ Al Fatawa VIII / 520)

Keempat: Hemat Dalam Membelanjakan Harta

Tips terakhir dalam tulisan kami agar hidup tetap bahagia meski harga berbagai kebutuhan membumbung tinggi adalah dengan hemat dan cermat dalam membelanjakan harta, tidak boros dan berlebih-lebihan. Saat seorang dalam kondisi seperti saat ini tidak mampu cermat atau justru boros, maka amat mungkin akan menjadi masalah baru ditengah kehidupannya.

Makanya Allah Ta’ala melarang hamba-Nya dari sikap boros:

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur – hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isra’: 26 – 27)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُوا وَاشْرَبُوا وَالْبَسُوا وَتَصَدَّقُوا ، فِى غَيْرِ إِسْرَافٍ وَلاَ مَخِيلَةٍ

“Makan dan minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa bersikap berlebihan dan sombong.” (HR. An Nasa’i 2559. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Khatimah

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memudahkan setiap urusan kita, memberikan kita jalan keluar dari setiap musibah dan kesulitan yang kita hadapi dan memberikan kita rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Wallahu A’lam bish Showaab.