KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Allah ﷻ telah memperingatkan orang-orang beriman agar memanfaatkan nikmat usia yang dianugerahkan-Nya untuk memperbanyak amal saleh, tidak menyia-nyiakan kesempatan hidup, tidak menunda kebaikan, terlebih lagi meninggalkannya. Sebab akan datang suatu waktu ketika penyesalan tidak lagi berguna dan kesempatan beramal telah tertutup.
Allah ﷻ berfirman:
وَأَنفِقُواْ مِن مَّا رَزَقۡنَٰكُم مِّن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَ أَحَدَكُمُ ٱلۡمَوۡتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوۡلَآ أَخَّرۡتَنِيٓ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
“Infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu, lalu dia berkata: ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau menangguhkan kematianku sedikit waktu lagi, niscaya aku akan bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.'” (QS. Al-Munafiqun: 10)
Ayat yang mulia ini mengingatkan bahwa setiap orang yang lalai dari ketaatan akan menyesal ketika menghadapi kematian. Pada saat sakaratul maut, seseorang berharap agar diberi tambahan waktu, walaupun hanya sesaat, untuk memperbaiki kekurangannya dan mengejar amal yang selama ini terlewatkan.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُوتُ إِلَّا نَدِمَ. قَالُوا: وَمَا نَدَامَتُهُ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ مُحْسِنًا نَدِمَ أَنْ لَا يَكُونَ ازْدَادَ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا نَدِمَ أَنْ لَا يَكُونَ نَزَعَ
“Tidaklah seseorang meninggal dunia kecuali ia akan menyesal.” Para sahabat bertanya, “Apakah bentuk penyesalannya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Jika ia seorang yang berbuat baik, ia menyesal karena tidak menambah amal kebaikannya. Dan jika ia seorang yang berbuat buruk, ia menyesal karena tidak berhenti dan bertaubat dari keburukannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2403)
Perhatikanlah, jamaah sekalian. Orang yang saleh, yang rajin beribadah, yang banyak amalnya, ternyata tetap menyesal ketika kematian datang. Bukan karena kurang iman, tetapi karena ia melihat betapa besar pahala yang bisa diraihnya seandainya dahulu ia lebih banyak beramal.
Jika orang-orang salih saja menyesal karena kurang menambah amal, maka bagaimana kiranya keadaan orang-orang yang banyak lalai dan tenggelam dalam dosa?
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah berkata bahwa orang-orang yang telah meninggal di alam kubur menyesali kesempatan yang terlewat untuk menambah amal mereka, walaupun hanya dengan satu kali tasbih atau satu rakaat salat. Sebagian dari mereka berharap dapat kembali ke dunia untuk menambah amal saleh. Namun harapan itu tidak akan pernah terwujud. Mereka telah terhalang dari amal, dan seluruh kesempatan untuk menambah bekal telah tertutup. (Lathaif al-Ma’arif)
Karena itulah para salaf sangat memahami nilai waktu dan usia. Mereka memandang setiap hari yang diberikan Allah sebagai nikmat yang tak ternilai.
Sebagian salaf berkata:
كُلُّ يَوْمٍ يَعِيْشُ فِيْهِ الْمُؤْمِنُ غَنِيْمَةٌ
“Setiap hari yang dijalani seorang mukmin adalah keuntungan yang sangat berharga.”
Dan sebagian yang lain berkata:
بَقِيَّةُ عُمُرِ الْمُؤْمِنِ لَا قِيْمَةَ لَهُ
“Sisa umur seorang mukmin begitu berharga sehingga tidak dapat dinilai dengan apa pun.”
Maka selama nafas masih berhembus, selama pintu taubat masih terbuka, selama kesempatan beramal masih diberikan oleh Allah ﷻ, janganlah kita menunda kebaikan. Jangan menunggu esok untuk bertaubat. Jangan menunggu tua untuk memperbanyak ibadah. Jangan menunggu lapang untuk bersedekah. Sebab kita tidak pernah mengetahui kapan ajal akan datang menjemput.
Semoga Allah ﷻ menjadikan sisa umur kita sebagai umur yang penuh keberkahan, dipenuhi dengan amal saleh, dan melindungi kita dari penyesalan ketika ajal telah tiba. Amin.
وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بَأَمْرٍ عَظِيْمٍ, أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ
فَقَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى مِنْ أَعْمَارِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا بَقِيَ مِنْهَا، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا آخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَالِحَ أَعْمَالِنَا، وَاغْفِرْ لَنَا تَقْصِيرَنَا وَتَفْرِيطَنَا، وَارْزُقْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَاحَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً وَرِضْوَانًا بَعْدَ الْمَوْتِ.
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْغَافِلِينَ، وَوَفِّقْنَا لِاغْتِنَامِ مَا بَقِيَ مِنْ أَعْمَارِنَا فِي طَاعَتِكَ وَمَرْضَاتِكَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ أَقِيمُواْ الصَّلَاةَ










