Banyudono – Usia lanjut bukan penghalang untuk terus bersemangat menuntut ilmu dan meraih keberkahan ibadah. Hal itu dibuktikan oleh Mbah Dali, seorang jamaah sepuh berusia 75 tahun asal Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali.

Di usianya yang tak lagi muda, dengan rambut yang sudah memutih dan wajah penuh keriput, beliau masih menunjukkan semangat luar biasa. Pada Ahad subuh, 7 September 2025, Mbah Dali rela mengayuh sepeda sejauh lebih dari 7 kilometer menuju Masjid Nurul Huda, Ngaru-Aru, Banyudono, demi menghadiri kegiatan Safari Shubuh Barokah.

Perjalanan jauh di waktu dini hari tentu bukan perkara mudah, apalagi bagi seseorang yang sudah berusia senja. Namun, semangat beliau mengalahkan rasa lelah, dinginnya udara pagi, bahkan rasa malas yang sering menjadi alasan banyak orang. Sementara sebagian orang enggan datang ke kajian jika jaraknya terlalu jauh, Mbah Dali justru membuktikan bahwa jarak bukan halangan, dan usia hanyalah angka.

Kehadiran beliau menjadi inspirasi bagi jamaah lain yang lebih muda. Bagaimana tidak, jika seorang yang berumur 76 tahun saja masih mampu berjuang demi menghadiri majelis ilmu, lantas alasan apa lagi bagi mereka yang masih diberi fisik lebih kuat untuk bermalas-malasan?

Safari Shubuh Barokah sendiri merupakan program yang digelar secara rutin setiap bulan untuk membangkitkan semangat berjamaah, memperkuat ukhuwah, serta menumbuhkan kecintaan pada ilmu agama. Semangat Mbah Dali menghadirinya dengan penuh tekad adalah cerminan nyata dari firman Allah bahwa keberkahan hidup akan Allah berikan kepada hamba-Nya yang terus berusaha istiqamah.