BOYOLALI — Yayasan Al-Furqon Lentera Umat Cabang Cepogo menyelenggarakan kegiatan Safari Dakwah dan Sosial di Masjid Baiturrahim, Dusun Tumangsari, Desa Tumang, Kecamatan Cepogo, Boyolali, pada Ahad malam, 23 November 2025, seusai salat Isya. Program ini terlaksana melalui sinergi antara jajaran Al-Furqon Cabang Cepogo dan pengurus Masjid Baiturrahim.

Dalam agenda tersebut, panitia menyalurkan amanah santunan dari para muhsinin kepada 5 anak yatim serta 25 keluarga terpilih di wilayah Tumangsari. Prosesi penyaluran berlangsung tertib dan penuh kehangatan, terlebih suasana malam semakin khidmat setelah hujan sempat turun.

WhatsApp Image 2025 11 23 at 22.17.12
Penyerahan santunan yatim secara simbolis oleh pembina yayasan Al-Furqon dititipkan melalui ketua takmir masjid Baiturrahim
WhatsApp Image 2025 11 23 at 22.15.19
Penyerahan simbolis santunan keluarga terpilih dititipkan kepada perwakilan pengurus masjid Baiturrahim

Selain penyerahan santunan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyampaian tausiyah bertema “Bejo Ndunya Bejo Akhirat” oleh pembina yayasan, Ustadz Hasan Abu Ayyub. Dalam ceramahnya, beliau memaparkan empat prinsip penting yang dapat menjadi bekal bagi seorang muslim untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Pertama, menanamkan sifat qana’ah, yaitu menerima ketentuan dan pemberian Allah secara lapang, tanpa membandingkan diri dengan orang lain. Sikap ini, menurutnya, merupakan fondasi ketenteraman batin.

Kedua, mengendalikan hawa nafsu, karena ketergelinciran dalam nafsu dapat meruntuhkan kehormatan seseorang dan menghilangkan kebahagiaan yang dimilikinya. Pengendalian diri menjadi keharusan bagi siapa pun yang menginginkan keselamatan hidup.

Ketiga, bersandar hanya kepada Allah. Tawakal yang benar akan menjauhkan seseorang dari rasa cemas dan putus asa, berbeda dengan orang yang menggantungkan harapan kepada makhluk yang lemah dan terbatas.

Keempat, menjaga lisan. Ustadz Hasan menegaskan bahwa banyak masalah besar berawal dari ucapan yang tidak terjaga. Bahkan, pahala kebaikan pun dapat lenyap karena lisan yang dibiarkan bebas. Menjaga lisan merupakan amalan yang dijanjikan ganjaran surga bagi pelakunya.

Kegiatan Safari Dakwah dan Sosial ini ditutup dengan doa bersama. Pihak panitia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta semakin mempererat hubungan antara yayasan dan warga sekitar.