Seru dan penuh semangat. Begitulah gambaran suasana Daurah Bahasa Arab Metode Al-Furqon yang digelar pada Ahad, 30 November 2025, di Aula Ponpes Weekend Al-Furqon, Gotakan, Banyudono, Boyolali. Sejak sesi pertama dimulai, Para peserta, baik santri Ponpes Weekend Al-Furqon maupun peserta dari luar, tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi hingga akhir acara.

Daurah ini mengusung Metode Al-Furqon, sebuah metode pengajaran nahwu yang memadukan pendekatan klasik dan modern. Metode ini disusun untuk membantu pembelajar memahami kaidah dasar ilmu nahwu sekaligus mampu membaca kitab gundul serta mengenali kedudukan kata dalam struktur bahasa Arab.

Ustadz Umar Abdurrahman, penemu Metode Al-Furqon sekaligus pemateri utama dalam daurah, menjelaskan bahwa metode ini dirancang khusus untuk mereka yang ingin belajar bahasa Arab dari tingkat dasar, termasuk yang belum pernah mengenyam pendidikan pesantren dan berusia tidak lagi muda. “Metode ini saya sebut metode sebodoh-bodoh orang. Maksudnya, orang yang sama sekali belum paham bahasa Arab pun insyaAllah bisa mengikuti dan memahami,” ujarnya.

Pernyataan tersebut terbukti pada jalannya daurah. Para peserta yang mayoritas berusia 40 tahun ke atas, dengan latar belakang pendidikan yang beragam, mampu mengikuti pemaparan materi dengan baik. Bahkan, meskipun kegiatan berlangsung sejak pagi hingga menjelang Ashar, para peserta tetap menunjukkan semangat yang stabil.

Materi nahwu yang selama ini dianggap sulit dan menakutkan bagi banyak pembelajar justru terasa lebih ringan dengan pendekatan Al-Furqon. Suasana belajar semakin hidup berkat yel-yel dan alunan nada khas yang digunakan untuk membantu peserta menghafal kaidah penting dalam nahwu.

WhatsApp Image 2025 12 01 at 09.35.25
Ustadz Umar Abdurrahman saat sesi penyampaikan materi

Sebelum memasuki sesi inti, para peserta terlebih dahulu mendapatkan materi pembuka tentang urgensi belajar bahasa Arab. Materi tersebut disampaikan oleh Ustadz Sholahuddien Al-Ayyuby, S.Pd., Mudir Ponpes Weekend Al-Furqon. Dalam kesempatan itu beliau juga mengumumkan rencana pembukaan kelas Bahasa Arab reguler di ponpes. Program tersebut diharapkan dapat membekali santri dengan kemampuan membaca dan memahami teks-teks Arab gundul sebagai fondasi dalam mempelajari ilmu-ilmu agama yang berbahasa Arab.

WhatsApp Image 2025 12 01 at 09.35.26
Para santri menyimak pemaparan materi oleh ustadz Sholahuddien Al-Ayyuby, S.Pd.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan daurah berlangsung lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk semakin dekat dengan ilmu bahasa Arab dan semakin semangat mendalaminya.

Baca Juga:  Pengajian dan Buka Bersama Cabang Randusari, Santuni 9 Yatim dan 10 Keluarga Terpilih