Senin, 8 Desember 2025 – Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November hingga awal Desember lalu terus menyisakan duka mendalam. Sebagaimana diketahui, bencana yang dipicu curah hujan ekstrem ini telah menimbulkan kerusakan luas, menelan korban jiwa, serta memaksa ribuan warga mengungsi dari rumah mereka. Upaya evakuasi, penyaluran bantuan, dan pemulihan lingkungan masih berlangsung di sejumlah titik terdampak.

Di tengah situasi tersebut, kepedulian muncul dari berbagai kalangan, termasuk dari para santri BTQ Al-Furqon. Dengan cara yang sederhana, para santri menyisihkan sebagian uang jajan mereka untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah. Langkah kecil yang sering kali diremehkan, namun tetap menjadi bentuk empati yang tidak boleh dikesampingkan.

Dari penggalangan yang dilakukan secara sukarela itu, terkumpul dana sebesar Rp 280.000,-. Jumlah ini tentu tidak besar jika dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan, namun tetap menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari tangan yang berlebih. Adakalanya, kepedulian datang dari celah-celah kesederhanaan—bahkan dari uang jajan anak-anak yang sehari-hari digunakan untuk membeli makanan ringan.

Pihak BTQ Al-Furqon menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter, agar para santri tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami nilai-nilai akhlak yang mereka hafal dalam hadis-hadis dasar, seperti “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya,” maupun sabda Nabi, “Sayangilah penduduk bumi, niscaya Dzat yang di langit akan menyayangimu.”

Penggalangan dana sederhana ini diharapkan dapat menanamkan pesan penting bagi para santri: bahwa siapa pun, dengan cara sekecil apa pun, tetap bisa berkontribusi untuk meringankan beban sesama. Sementara itu, masyarakat luas diimbau untuk terus memperkuat solidaritas terhadap para penyintas bencana di Aceh dan Sumatera hingga kondisi benar-benar pulih.