KHUTBAH I
اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأصْحَابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين
أَمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ
قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah shalat Jumat yang kami hormati
Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya; yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya ﷺ serta menjauhi apa yang dilarang oleh-Nya dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hari ini kita melihat dan mendengarkan banyak sekali saudara kita muslim mendapatkan beraneka macam musibah. Baik mereka yang kita kenal maupun yang tiada kita kenal. Baik yang dekat maupun yang jauh disana.
Ada diantara mereka yang menderita musibah banjir, tanah longsor, kelaparan, gagal panen dan lain sebagainya, bahkan adapula yang diperangi dan dibunuhi oleh orang-orang kafir dan Yahudi, sebagaimana yang dialami saudara-saudara kita di Palestina saat ini.
Untuk itu, kita perlu tahu bagaimana semestinya sikap yang kita ambil menurut islam ketika melihat saudara-saudara kita tersebut terkena musibah. Jangan sampai kita salah sikap, atau justru bersikap yang akan menambah parah musibah yang mereka alami.
Jamaah shalat Jumat yang kami hormati
Adapun yang mesti kita lakukan sebagai seorang muslim terhadap muslim lain yang terkena musibah adalah sebagai berikut :
Pertama: Ikut Merasakan Penderitaan Mereka
Setiap mukmin semestinya memiliki rasa senasib sepenanggungan atas apa yang menimpa saudara mereka di Palestina dan tempat lainnya. Yang demikian itu karena muslim satu dengan yang lainnya adalah saudara. Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّمَا الْمُؤمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya sesama mu’min itu adalah bersaudara…” (QS. Al-Hujurat : 10)
Allah Ta’ala menyebutkan dalam ayat di atas bahwa satu mu’min dengan mu’min yang lain itu adalah saudara, meski mereka berbeda suku, bangsa, bahasa dan warna kulit, selama ia muslim, maka ia adalah saudara bagi mu’min yang lainnya.
Bahkan Rasulullah ﷺ mengumpamakan bahwa seorang muslim dengan muslim yang lainnya bagaikan satu tubuh :
تَرَى الـمُؤْمِنِيـْنَ فِى تَوَادِّهِمْ وَ تَرَاحُمِهِـمْ وَ تَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ اِذَا شْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَـائِرُ الْجَسَدِ باِلسَّهَرِ وَ الْحُمَى
“Engkau melihat orang-orang mukmin dalam saling mencintai, menyayangi dan mengasihi bagaikan tubuh, apabila salah satu anggotanya sakit, maka seluruh tubuh akan tidak bisa tidur dan demam. (HR. Bukhari bab. Adab 27)
Jamaah shalat Jumat yang kami hormati
Kedua: Menolong dan Membantu Mereka
Diantara sikap yang harus diambil seorang muslim saat saudara muslim lainnya mengalami musibah adalah memberikan pertolongan kepada mereka. Kalau harta yang mereka butuhkan, kita tolong mereka dengan harta kita, kalau tenaga yang mereka butuhkan, kita tolong mereka dengan tenaga kita, dan seterusnya.
Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dan sabda Rasulullah ﷺ :
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah Amat berat siksa-Nya.” (QS. Al Maidah : 2)
أُنْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُوْمًا. وَ سُئِلَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَ السَّلَامَ عَنْ كَيْفِيَّةِ نَصْرِهِ وَهُوَ ظَالِمٌ. فَقَالَ : تَأْخُذُ فَوْقَ يَدَيْهِ –بِمَعْنَى تَحْجُزُهُ عَنِ الظُّلْمِ وَ تَحُولُ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ فِعْلِهِ- فَذَالِكَ نَصْرُكَ لَهُ
“Tolonglah saudaramu dalam keadaan dzalim ataupun terdzolimi.” Dan ada yang bertanya kepada beliau ﷺ tentang menolong orang yang berbuat dzalim. Kemudian beliu menjawab : “Kamu tahan dia –maksudnnya kamu menahan dan mencegahnya dari berbuat dzalim-, itulah cara kamu menolongnya.” (HR. Bukhari bab. Dzalim no 4, Muslim bab. Berbakti no 62)
Jamaah shalat Jumat yang kami hormati
Ketiga: Mendoakannya
Salah satu hal yang musti kita lakukan ketika melihat saudara muslim mendapatkan musibah adalah mendo’akannya. Ingatlah bahwa do’a seorang muslim terhadap muslim lainnya yang tidak ada dihadapannya adalah ijabah.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda :
دَعْوَةُ الْمُسْلِمِ ِلأَخِيهِ ظَهْرَ الْغَيْبِ مُسْتَجاَبَةٌ
“Do’a seorang muslim kepada saudaranya yang tidak dihadapannya adalah doa yang mustajabah (manjur).” (HR. Muslim IV / 2094, Bab : Dzikir dan Doa)
Keempat: Tidak Memperberat Penderitaan Mereka Dengan Ucapan Kotor
Satu hal lagi, apabila kita tidak bisa atau tidak mau -na’udzu billahi min dzalik- jangan memperparah musibah mereka dengan perkataan-perkataan yang justru memojokkan mereka atau mencelakakan mereka. Seperti yang kita lihat saat ini, dimana kaum munafiqin dan faasidin justru mencerca dan mencaci saudara muslim yang tengah mendapat musibah, dengan kata-kata kotor, menyudutkan dan lain sebagainya.
Hal ini sebagaimana hadits Abu Dzar radhiyalahu ‘anhu, adalah Rasulullah ﷺ bersabda saat ditanya seseorang mengenai amal yang paling baik :
تَدَعُ النَّاسَ مِنَ الشَّرِّ, فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ بِهَا عَلَى نَفْسِكَ
“Engkau tidak berbuat buruk kepada oranglain, sesungguhnya itu adalah sedekah yang engkau bersedekah dengannya kepada dirimu sendiri.” (HR. Bukhari dalam Kitab Adabil Mufradz Bab. 113 / no. 220, Muslim dalam Kitab al-Iman 136)
Jamaah yang kami hormati
Demikianlah beberapa perkara yang musti kita lakukan saat melihat atau mendengar saudara muslim lainnya terkena musibah. Mudah-mudahan kita dimampukan-Nya mengamalkan apa yang telah kita ketahui. Amiin Yaa Kariiim…
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَياَتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. اَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
KHUTBAH II
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ, فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى.
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَناَ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ. وَاذْكُرُوْا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ.










