KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Jamaah Rahimakumullah
Kalau kita melihat generasi sahabat radhiyallahu ‘anhum, kita akan mendapati betapa besar perhatian mereka dalam mengenalkan syariat Islam kepada anak-anak mereka, bahkan sejak sebelum anak-anak mereka mencapai usia baligh.
Salah satunya tampak dari kebiasaan para sahabat Nabi ﷺ dalam mendidik anak-anak mereka untuk berpuasa. Dalam sebuah riwayat dari Ar-Rubayyi‘ binti Mu‘awwidz radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan bahwa pada pagi hari ‘Asyura Rasulullah ﷺ mengirim utusan ke perkampungan kaum Anshar seraya menyampaikan:
مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ، وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ
“Barang siapa pagi hari dalam keadaan tidak berpuasa, maka hendaklah ia menahan diri pada sisa harinya. Dan barang siapa pagi hari dalam keadaan berpuasa, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya.”
Ar-Rubayyi‘ melanjutkan kisahnya, “Maka setelah itu kami berpuasa, dan kami juga melatih anak-anak kami untuk ikut berpuasa. Kami membuatkan mainan dari benang wol untuk anak-anak. Jika ada anak yang menangis karena lapar, kami mengalihkan perhatian mereka dengan mainan tersebut hingga tiba waktu berbuka. (HR. Al-Bukhari no. 1960)
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Al-Imam Ibnu Baththal rahimahullah di dalam Syarh Sahih Bukhari mengatakan, “Para ulama telah bersepakat bahwa kewajiban ibadah seperti puasa, shalat, dan kewajiban lainnya baru berlaku ketika seseorang telah mencapai usia baligh. Anak-anak belum dibebani kewajiban tersebut. Namun demikian, banyak ulama menganjurkan agar anak-anak dilatih dan dibiasakan melakukan ibadah sejak kecil. Salah satunya dilatih berpuasa.
Tujuannya agar mereka meraih keberkahan dari ibadah tersebut, terbiasa melakukannya sejak dini, dan ketika kewajiban itu benar-benar berlaku atas mereka, menjalankannya tidak terasa berat.” (Ibn Baththal, Syarh Sahih al-Bukhari, tahqiq Abu Tamim Yasir bin Ibrahim (Riyadh: Maktabah ar-Rusyd, 2003), 4/107.)
Jamaah yang dimuliaakan Allah,
Di balik upaya melatih anak-anak menjalankan puasa ini, ternyata terdapat keutamaan yang luar biasa. Bukan hanya anak yang mendapatkan manfaat dari latihan ibadah tersebut, tetapi orang tua atau siapa pun yang melatih anak untuk berpuasa juga akan mendapatkan pahala karenanya.
Al-Imam Ibnu Baththal rahimahullah mengutip perkataan Al-Muhallab:
“Barang siapa membimbing seorang anak untuk menaati Allah dan melatihnya berkomitmen menjalankan syariat-Nya, maka ia akan mendapatkan pahala karenanya. Adapun kesulitan yang dialami oleh anak-anak dalam proses itu tidak dibebankan sebagai dosa bagi orang yang melatih mereka.” (Ibn Baththal, Syarh Sahih al-Bukhari, tahqiq Abu Tamim Yasir bin Ibrahim (Riyadh: Maktabah ar-Rusyd, 2003), 4/107.)
Maka dari itu, para jamaah yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan bulan Ramadhan ini sebagai kesempatan untuk meneladani sunnah para sahabat dalam menjalankan ibadah puasa, yaitu dengan mengajak sekaligus melatih putra-putri kita yang belum baligh untuk turut berpuasa. Tentu saja, hal ini dilakukan sesuai dengan usia dan kemampuan masing-masing.
Bagi anak yang baru pertama kali belajar berpuasa, dapat dilatih terlebih dahulu dengan puasa setengah hari. Namun apabila usianya sudah lebih besar, misalnya di atas sepuluh tahun, dan telah dirasa mampu berpuasa penuh hingga magrib, maka membiasakan anak berpuasa di bulan Ramadhan merupakan anjuran yang disampaikan oleh para ulama.
Ibnu al-Majisyun mengatakan:
إِذَا أَطَاقُوا الصِّيَامَ أَلْزِمُوهُ، فَإِنْ أَفْطَرُوا لِغَيْرِ عُذْرٍ وَلَا عِلَّةٍ فَعَلَيْهِمُ الْقَضَاءُ
“Apabila anak-anak sudah mampu berpuasa, maka hendaknya mereka diperintahkan untuk berpuasa. Jika mereka membatalkannya tanpa uzur atau alasan yang dibenarkan, maka mereka diperintahkan untuk menggantinya setelah Ramadhan.” (Ibn Baththal, Syarh Sahih al-Bukhari, tahqiq Abu Tamim Yasir bin Ibrahim (Riyadh: Maktabah ar-Rusyd, 2003), 4/108.)
وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بَأَمْرٍ عَظِيْمٍ, أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ
فَقَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِ رَمَضَانَ وَقِيَامِهِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا،
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَبْنَاءَنَا وَبَنَاتِنَا، وَاجْعَلْهُمْ قُرَّةَ أَعْيُنٍ لَنَا، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الصَّالِحِينَ الْمُحَافِظِينَ عَلَى طَاعَتِكَ.
اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْهِمُ الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِهِمْ، وَكَرِّهْ إِلَيْهِمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الرَّاشِدِينَ.
اللَّهُمَّ وَفِّقْنَا لِتَرْبِيَةِ أَبْنَائِنَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَأَعِنَّا عَلَى تَعْلِيمِهِمْ كِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاجْعَلْ بُيُوتَنَا بُيُوتًا صَالِحَةً قَائِمَةً عَلَى الْإِيمَانِ وَالطَّاعَةِ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ أَقِيمُواْ الصَّلَاةَ










