Mojosongo, Sabtu–Ahad (25–26 Oktober 2025) —
Suasana keceriaan dan semangat ukhuwah mewarnai kegiatan mabit (malam bina iman dan takwa) santri Baitul Qur’an (BTQ) Al-Furqon Mojosongo unit Kelompok Tadarrus Al-Qur’an (KTA) Kibar. Kegiatan ini berlangsung di gedung BTQ Al-Furqon Mojosongo dan diikuti dengan penuh antusias oleh para santri di bawah bimbingan Ustadz Alieb Arsalan selaku musyrif unit KTA Kibar.
Sebanyak 14 santri turut serta dalam kegiatan ini, dengan jenjang pendidikan yang beragam: mulai dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Walaupun usia mereka masih muda, semangat untuk belajar dan memperbaiki diri begitu tampak sepanjang kegiatan berlangsung.
Acara dimulai selepas shalat Maghrib pada Sabtu malam. Setelah pembukaan dan sambutan singkat dari pembimbing, para santri mengikuti sesi kajian malam yang mengangkat tema seputar adab dan semangat belajar Al-Qur’an. Ustadz Alieb Arsalan menyampaikan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sejak dini, agar tumbuh menjadi generasi yang kuat dalam iman dan akhlak.
Acara dilanjutkan dengan qiyamullail berjamaah menjelang sepertiga malam terakhir. Dalam suasana tenang dan penuh kekhusyukan, para santri menegakkan shalat malam bersama, belajar merasakan kedekatan dengan Allah Ta’ala. Setelah itu, mereka beristirahat sejenak sebelum kembali bangun untuk shalat Subuh berjamaah.

Pagi harinya, para santri bersama-sama melantunkan dzikir pagi yang dipandu oleh ustadz pembimbing. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan olahraga ringan di halaman sekitar gedung BTQ, yang menambah semangat dan keceriaan mereka. Setelah olahraga, seluruh peserta menikmati sarapan bersama sebelum kegiatan resmi ditutup pada pukul 08.00 WIB.


Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung, para santri tampak kompak dan penuh semangat. Mereka saling membantu, tertib mengikuti arahan, dan menikmati setiap momen kebersamaan dengan riang gembira. Malam Ahad yang biasanya digunakan sebagian anak-anak untuk bermain atau bersantai, kali ini mereka isi dengan aktivitas yang mendekatkan diri kepada Allah dan mempererat ukhuwah sesama santri.
Menurut Ustadz Alieb Arsalan, kegiatan mabit seperti ini penting untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, dan kebersamaan di kalangan santri sejak usia dini.
“Kami ingin para santri merasakan bahwa belajar Al-Qur’an bukan hanya tentang membaca dan menghafal, tetapi juga membangun karakter dan kebersamaan dalam kebaikan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu program rutin yang diupayakan oleh pengasuh BTQ Al-Furqon Mojosongo untuk menumbuhkan semangat belajar, mempererat ukhuwah, serta memberikan suasana baru di sela rutinitas belajar mengajar. Dengan konsep belajar sambil beramal dan bersenang-senang dalam ketaatan, para santri diharapkan semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilainya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Semoga kegiatan mabit ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam membentuk generasi Qur’ani yang tangguh, berakhlak mulia, dan istiqamah di jalan Allah.










