KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن.

أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jum’ah rahimakumullah

Perlu kita ketahui bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mendahulukan yang kanan pada sebagian besar urusan beliau yang baik-baik. Sebagaimana hadits ibunda ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam senang mendahulukan yang kanan dalam memakai sandal, menyisir rambut, bersuci dan dalam setiap urusan beliau (yaitu perkara-perkara yang baik dan mulia –pen).” (HR. Bukhari 168).

Tidak terkecuali dalam urusan makan dan minum. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ

“Jika salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanannya. Jika minum, hendaklah minum dengan tangan kanannya. Karena sesungguhnya setan itu makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

Al Imam An-Nawawi rahimahullah di dalam kitab Al-Minhaj Fi Syarhi Shahihi Muslim bin Al-Hajjaj menjelaskan bahwa hadits ini berisi anjuran untuk makan dan minum dengan tangan kanan, dan makruhnya makan dan minum dengan tangan kiri selama tidak ada udzur yang menghalangi, seperti sakit atau luka di tangan kanan.

Beliau juga menegaskan bahwa seorang muslim seharusnya menjauhi segala perbuatan yang menyerupai setan, sekecil apapun perkara itu.

Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah

Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menegur seorang sahabat yang kedapatan makan dengan tangan kirinya. Beliau bersabda:

Baca Juga:  Khutbah Jumat Basa Jawi: Bukti Tresna Kanjeng Nabi

كُلْ بِيَمِينِكَ

“Makanlah dengan tangan kanamu.”

Namun orang itu menjawab:

لَا أَسْتَطِيْعُ

“Aku tidak bisa.”

Maka Rasulullah bersabda:

لَا اسْتَطَعْتَ

“Semoga engkau benar-benar tidak mampu”.

Karena tidak ada yang menghalangi orang ini kecuali kesombongan. Maka sejak itu ia tidak pernah lagi bisa mengangkat tangannya ke mulutnya.

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim rahimahullah di dalam shahihnya.

Masih dalam kitab Syarh Shahih Muslim, Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kewajiban amar ma’ruf nahi munkar dalam segala keadaan, termasuk dalam urusan makan. Dan dianjurkan mengajarkan adab makan kepada orang yang menyelisihi adabnya.

Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah

Lihatlah betapa besar perhatian kanjeng Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam perkara makan dan minum dengan tangan kanan. Sampai-sampai beliau mendoakan keburukan bagi seseorang yang makan dengan tangan kirinya tanpa udzur. Hal ini menunjukkan bahwa makan dan minum dengan tangan kanan adalah perkara yang serius bagi beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Karena itu, sebagai umat Islam, pengikut setia Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sudah seharusnya kita juga memberi perhatian khusus terhadap adab ini. Sesuatu yang mungkin dianggap remeh oleh banyak orang, ternyata sangat dijaga dan dihormati oleh Nabi kita.

Maka mari kita senantiasa memelihara adab makan dan minum, wabil khusus makan dan minum dengan tangan kanan. Semoga dengan meneladani sunnah Nabi dalam perkara ini, bukan sekadar rasa kenyang yang kita peroleh, tetapi juga keberkahan hidup dan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَٱلۡعَصۡرِ  ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ  ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ  ٣

KHUTBAH KEDUA

 اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Baca Juga:  Khutbah Jumat: Tiga Kado Istimewa di Bulan Ramadhan

قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، وَتَوَفَّنَا عَلَى الْإِيْمَانِ وَالطَّاعَةِ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عذَابَ النَّارِ

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.

فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ الْجَلِيلَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ،

أَقِيمُوْا الصَّلاَةَ